Senin, 09 Mei 2016

Semarang Night Carnival 2016


Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-469 Kota Semarang, pada hari Sabtu 7 Mei 2016 diselenggarakan Semarang Night Carnival (SNC). Acara tahunan ini merupakan yang keenam kalinya sejak pertama kali diselenggarakan di Semarang tahun 2011.

Hari Minggu, 1 Mei 2016 kemarin, diadakan roadshow atau promosi Semarang Night Carnival (SNC) oleh 4 peserta SNC beserta Denok-Kenang Kota Semarang. Mereka memamerkan kostum yang cantik pada saat Car Free Day di Jl. Pahlawan. Sontak kerumunan orang-orang yang ada di CFD ingin berfoto.




Saya sendiri sejak 2013 setiap tahunnya menyaksikan Semarang Night Carnival (SNC). Dulu rute karnaval dari Balaikota Semarang menuju Simpang Lima Semarang, kemudian berganti rute dari Kawasan Kota Lama menuju Balaikota Semarang.

Katanya sih ada yang beda dari Semarang Night Carnival (SNC) tahun ini. Apakah itu?
Semarang Night Carnival (SNC) tahun 2016 ini berubah rute (lagi) dari Gereja Gedangan (di Kawasan Kota Lama Semarang) menuju Jembatan Berok. Rute ini lebih singkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pic from : instagram.com/event.semarang

Semarang Night Carnival (SNC) tahun ini mengusung tema “Fantasi Warak Ngendhog”. Bagi warga Kota Semarang seharusnya tahu apa itu ‘warak ngendhog’ tapi untuk masyarakat luas mungkin belum begitu paham apa sih yang dimaksud ‘warak ngendhog’ itu? Warak ngendhok ini simbol akulturasi masyarakat di Kota Semarang. Kepala naga menyimbolkan etnis Tionghoa, badan 'buraq' melambangkan warga Arab, dan kaki kambing melambangkan Jawa.

Rencananya, pukul 19.00 Semarang Night Carnival (SNC) akan dimulai. Dan saya masih di rumah (belum menuju ke lokasi). Kebetulan hari Sabtu itu saya baru pulang dari Jogja dalam rangka menghabiskan long weekend. Terlambat nggak menyurutkan niat untuk menonton Semarang Night Carnival (SNC). Akhirnya pukul 20.00 saya parkirkan motor di Stasiun Tawang setelah bermacet-macetan. Dari Stasiun Tawang jalan kaki menuju Gereja Blenduk diwarnai oleh rintik-rintik hujan. Sesampainya di Taman Srigunting (sebelah Gereja Blenduk) penonton yang ingin menyaksikan jalannya acara, sudah memadati jalan. Penuh sesak sampai peserta SNC nggak kelihatan sama sekali. Saat itulah, hujan mengguyur. Saya yang berteduh di bawah pohon cukup terlindungi dari air hujan.

Nggak kekurangan akal, saya cari jalan tikus menuju Jembatan Berok. Sayangnya di beberapa ruas jalan dipasang pagar besi hanya untuk undangan saja yang boleh masuk. Terpaksa jalan kaki memutar sambil gerimis-gerimisan.

Di depan Old City 3D Trick Art (yang baru grand opening itu tuh) saya berjejeran dengan para penonton yang masih menunggu-nunggu peserta Semarang Night Carnival (SNC). Tidak lama, beberapa peserta mulai lewat dan mereka jalan cepet banget berasa kayak lari. Whattt??? Ini gimana cara ambil fotonya? Mana tempatnya gelap pula! Dan setelah perjuangan sambil desak-desakan sama penonton lain yang pengen juga ambil foto para peserta SNC, akhirnya dapat juga 2 – 3 foto yang nggak blur (maklum, bukan kamera canggih) :D



Setelah itu, nggak pakai lama saya memutuskan untuk ambil motor yang diparkir di Stasiun Tawang dan pulang. Meski sebenarnya acara masih berlangsung. Tahu Mytha Lestari kan? Nah, dia nyanyi di panggung sebelah Gereja Blenduk. Tapi sebodo amatlah, capek saya mah.

Harapannya semoga di tahun-tahun yang akan datang, Semarang Night Carnival (SNC) semakin sukses. Kalau boleh usul, rutenya di sekitar Jl. Pemuda aja yang lebih luas jalannya :D

2 komentar:

  1. Ah, yang paling bawah fotonya cantik kok mbak, :-)
    Selamat deh buat Hari Jadi Kota Semarang,,,, Keren, mbak Nhe habis dari Jogja tow

    BalasHapus
  2. Betul-betul perjuangan buat motret di event seperti ini. Aku sih dulu pas awal-awal megang DSLR masih semangat motret yang seperti ini. Kalau sekarang sih mending menikmati nonton dan nggak usah motret, hahaha. :D

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)